UI/UX Dalam Perspektif Psikologi
Saat ini banyak bidang pekerjaan baru yang bermunculan di Indonesia. Hal tersebut tidak lain dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang pesat. Salah satunya adalah UI/UX designer, kepanjangan UI sendiri adalah user interface, yaitu merujuk pada bagaimana tampilan sebuah website tersebut (desain webnya), sedangkan untuk UX sendiri adalah user experience, elemen tersebut memiliki fungsi sebagai “pelengkap” dari tampilan website. UX sendiri berfokus pada kepuasan atau pengalaman pengguna ketika mereka menggunakan website tersebut. Oleh karena itu, pekerjaan UX itu berhubungan dengan usaha untuk meningkatkan kemudahan akses dan penggunaan website tersebut agar user bisa menggunakan website tersebut tanpa kebingungan dan kesusahan. Kalau kalian ingin mempelajari UI/UX secara mendalam kalian bisa mampir ke Kursus Online Arkademi di Kursus UI UX Bagi Pemula
Ada hal menarik yang bisa dipelajari dari UI/UX, yaitu ternyata mereka erat hubungannya dengan psikologi. Beberapa dari kita belum banyak mengetahui bahwa psikologi bisa menjadi teori dalam membantu kita membuat desain UI/UX. Salah satu faktor internal yang membuat seorang user ketagihan memakai sebuah website adalah mereka merasa senang atau gembira ketika atau setelah mengunjungi website tersebut. Hal itu menjadi pertimbangan untuk seorang UI/UX designer dalam membuat desain mereka, hendaknya untuk membuat desain yang memiliki kesan positif agar para user juga memberikan umpan balik berupa komentar positif, saran maupun penilaian yang baik terhadap website tersebut karena efek respon psikologi mereka.
Dalam membangun website yang memiliki kesan positif, para UI/UX designer juga dapat menggunakan teori Color Psychology. Color Psychology adalah pemilihan warna untuk sebuah desain berdasarkan ciri khas dan nilai warna itu sendiri, misalnya warna merah menggambarkan bahaya sedangkan biru melambangkan terpercaya. Untuk arti warna lainnya kalian bisa lihat tabel di bawah ini.
Warna | Arti |
Merah | Keberanian, kekuatan dan kegembiraan. |
Biru | Keharmonisan, ketenangan dan kedamaian |
Kuning | Kehangatan, optimisme dan semangat |
Hijau | Keseimbangan dan memberikan efek relaksasi |
Orange | Harapan dan kepercayaan diri |
Hitam | Misteri, berani dan dominan |
Putih | Kesucian, steril dan netral |
Cokelat | Canggih, mahal dan elegan |
Ungu | Kemewahan dan elegan |
Pink | Feminim, lembut dan romantis |
Tak hanya bisa digunakan dalam mendesain UI nya saja, psikologi juga ternyata berhubungan dengan UX. Hal itu disebabkan karena bidang tersebut mempelajari tingkah laku konsumen dan menggunakannya untuk riset apa yang menjadi kebutuhan konsumen yang bisa digunakan untuk mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Oleh sebab itu dunia UX bisa menjadi pilihan karier bagi para mahasiswa lulusan psikologi, tak harus melulu untuk menjadi praktisi di dunia medis dan sumber daya manusia.
Kemudian, profesi apa saja yang bisa menjadi pilihan karier bagi para lulusan psikologi di dunia UX? Berikut ulasannya.
1. UX writer
Pekerjaan ini cocok untuk lulusan psikologi yang hobi menulis, bisa dibilang pekerjaan ini adalah gabungan dari psikolog dan penulis. Penggunaan empati sangat diperlukan bagi seorang UX writer agar mereka dapat membuat konten tulisan yang bisa memancing emosi pengguna.
2. UX designer
UX designer adalah profesi yang mayoritas menjadi pilihan bagi para lulusan desain grafis saat ini. Akan tetapi, lulusan psikologi juga dapat menjadi seorang UX designer. Terutama bagi kalian yang mendalami psikologi desain.
3. UX Researcher
Untuk kalian yang suka riset dan eksperimen, UX researcher bisa menjadi pilihan profesi yang tepat. Skill untuk penelitian empiris, desain eksperimental dan memangkas bias sangat diperlukan dalam dunia UX research.
Pengujian dalam UX research tak jauh berbeda dengan yang dilakukan pada penelitian psikologi. Pengujian dilakukan dengan meminta user untuk melakukan sesuatu kemudian diamati bagaimana respons mereka, terakhir membuat kesimpulan dari hasil tes. Hasil tes tersebut bisa digunakan untuk evaluasi atau pengembangan fitur selanjutnya.
UX research juga mengeksplor motivasi pengguna. Mempelajari mental pengguna adalah aspek utama dalam proses pengujian. Lewat pendekatan ini kalian dapat memahami motivasi dan loyalitas user kepada produk.
Apa kalian tertarik untuk bekerja di bidang UI/UX? Kalau kalian juga ingin tahu bidang pekerjaan baru lainnya, yuk langsung saja kunjungi https://arkademi.com
Ayo Alih Karir dan Ganti Profesi bersama Arkademi !!!


