Sabtu, 11 Februari 2023

Toxic Friend, Salah Satu Penyebab Gangguan Mental

 

Waspada Terhadap Teman yang Tidak Suportif Bahkan Toxic

Pixabay.com

    Teman adalah salah satu orang terdekat kita selain keluarga dan saudara. Semua orang pasti menginginkan untuk memiliki teman yang positif dan selalu mendukung atau memotivasi kita. Namun, tak jarang juga beberapa teman kita yang tidak positif dan jarang mendukung bahkan meremehkan kemampuan kita. Teman memang bagaikan pisau bermata dua, alias bisa memberikan dampak positif, namun  juga bisa memberikan dampak negatif. Tidak bisa dibohongi, lingkungan pertemanan saat berpengaruh kepada perilaku kita dan bahkan akan menjadi apa kita nanti juga bisa dipengaruhi oleh faktor pertemanan. Maka dari itu, hendaknya kita pintar dalam memilih teman, bukan berarti kita harus pilih-pilih dalam berteman. Namun, lebih baik kita memilih teman yang memberikan manfaat untuk kita ke depannya daripada teman yang dengki dengan kita apalagi sampai merundung secara verbal maupun fisik. Karena teman yang seperti itu berbahaya bagi kita.

Teman negative yang tidak suportif bahkan toxic ternyata memiliki dampak yang buruk bagi pertemanan dan bahkan kita sendiri. Di Indonesia sendiri kasus Toxic Friend sudah banyak beredar. Hal tersebut tak lain dipengaruhi oleh lingkungan di Indonesia yang ternyata beberapa di antaranya tergolong toxic people. Menurut data, orang dengan gangguan jiwa bisa mencapai 9,8 persen, jumlah itu termasuk ke dalam jumlah orang yang toxic dalam pertemanan maupun lingkungan. 

Kita harus hati-hati jika memiliki Toxic Friend karena ada beberapa dampak negatifnya, antara lain:

1. Bisa mengganggu kesehatan mental kita.

Teman yang toxic terkadang suka menyakiti perasaan kita, entah lewat perkataannya atau sindirannya. Tak jarang pula mereka menghina kita lewat chat atau bahkan secara langsung. Penulis kerap kali menemukan teman yang suka berkomentar negatif ke temannya yang lain di media sosial. Hal tersebut pernah penulis alami dulu, pada saat itu teman penulis membalas komentar dengan kesan negatif di status Whats App penulis, ketikannya seperti ini “Aneh banget jadi orang, caper tau ga”. Hal tersebut bagi penulis agak menyakiti perasaan dan penulis rasa banyak juga kalian yang mengalaminya. Jadi, sudah jelas kalau Toxic Friend memang dapat berpengaruh buruk pada kesehatan mental kita. 

2. Menurunkan kepercayaan diri

Tanpa disadari Toxic Friend terkadang suka mengkritik apa yang telah kita capai atau lakukan. Yang menjadi masalah terkadang mereka memberikan kritik yang menjatuhkan ketimbang yang membangun. Hal tersebut sangat jelas membuat kita menjadi kurang percaya diri bahkan kehilangan kepercayaan diri secara perlahan-lahan.

3. Menimbulkan kecemasan

Memiliki teman yang toxic hanya akan membuat kita selalu merasa cemas. Hal itu dapat terjadi oleh hal-hal negatif yang telah mereka perbuat kepada kita dan juga karena mereka menilai kita rendah di mata mereka bahkan membuat kita merasa kalau tidak pantas berteman dengan mereka. Hal itulah yang membuat kita tidak nyaman yang akhirnya muncul rasa cemas pada diri kita.

Berdasarkan opini penulis di atas sudah jelas bukan kalau kita patut waspada terhadap Toxic Friend. Mereka hanya akan membuat kita merasa overthinking hingga kemudian menimbulkan rasa stress, jika itu terjadi secara terus-menerus maka tidak menutup kemungkinan akan merusak kesehatan mental kita. Ada baiknya memang menghidari tipikal teman yang seperti itu demi kesehatan mental kita karena kesehatan mental itu penting. Untuk mengetahui lebih lanjut apa kesehatan mental itu kamu bisa baca di sini ya https://www.blog.dearsenja.com/mental-health/apa-itu-mental-health-berikut-pengertian-menurut-para-ahli-dan-9-cara-menjaganya/

Nah itulah tadi blog penulis tentang pengaruh Toxic Friend terhadap kesehatan mental kita. Jika kalian juga ingin membuat blog pas banget nih, karena Dear Senja mengadakan lomba menulis blog, untuk info lebih lanjut kalian bisa mengunjungi https://www.dearsenja.com/ 

#DearSenjaBlogCompetition


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UI/UX dan Psikologi

  UI/UX Dalam Perspektif Psikologi  Saat ini banyak bidang pekerjaan baru yang bermunculan di Indonesia. Hal tersebut tidak lain dipengaruhi...